Tauhid, Kunci Utama Pendidikan Islam


Pendidikan dalam arti yang lebih luas merupakan pranata kehidupan manusia untuk menemukan hakikat siapa dirinya dan untuk apa dia hidup di dunia ini. Melalui pendidikan diharapkan ada kemajuan yang dicapai manusia pada kelangsungan kehidupannya agar ia selalu bisa berbuat lebih baik. Namun pada teori dan prakteknya pendidikan sering kali terbentur pada wilayah-wilayah politik, ekonomi, sosial dan lebih parahnya lagi adalah kepentingan birokrasi pemerintah, yaitu dengan adanya kebijakan-kebijakan pendidikan yang sebenarnya tidak sesuai dengan hakikat dari pendidikan itu sendiri. Oleh karena itu perlu kiranya formulasi pendidikan yang dapat menjadi solusi atas ketercarutmarutan situasi sosial belakangan ini.

Pendidikan Islam sebagi bagian dari sistem pendidikan nasional mempunyai tanggung jawab strategis untuk turut menciptakan iklim pendidikan yang lebih baik. Yaitu sebuah sistem pendidikan yang benar-benar mampu menjadi solusi bagi segala pernik kehidupan. Dengan demikian diharapkan pendidikan Islam mampu menjadi jalan bagi pencarian umat menuju kepribadian yang sempurna.

Dalam kondisi inilah, kemudian banyak kalangan gerakan dan intelektual Islam yang mencoba membangun kembali semangat yang pernah hilang. Semangat dan cita-cita yang secara kaffah untuk menjadi rahmat bagi seluruh alam. Semangat ini coba digali lagi dari kekuatan tauhid. Doktrin tauhid yang menjadi ruh kekuatan Islam tidak pernah hilang dari perjalanan sejarah, walaupun aktualisasinya dalam dimensi kehidupan tidak selalu menjadi kenyataan. Dengan kata lain, kepercayaan kepada ke-Esa-an Allah belum tentu terkait dengan perilaku umat dalam kiprah kesejarahannya. Padahal, sejarah membuktikan bahwa tauhid menjadi senjata yang hebat dalam menancapkan pilar-pilar kesejarahan Islam. 

Pentingnya pendidikan tauhid ini sebagaimana terdapat dalam pengajaran Nabi Lukman kepada anaknya berikut ini:

''Dan (ingatlah) ketika Lukman berkata kepada anaknya dan dia mengajarnya, 'Hai anakku, janganlah engkau mempersekutukan Allah SWT. Sesungguhnya syirik itu adalah kezaliman yang besar'.'' (QS. Lukman: 13)

Pengajaran Lukman kepada anaknya yang diungkapkan Allah SWT pada ayat tersebut, merupakan bagian dari kegiatan Lukman dalam mendidik anaknya untuk bertauhid (mengesakan Allah SWT). Ternyata Lukman memilih tauhid sebagai materi pendidikan yang mendasar. Ayat tersebut juga mengimbau setiap manusia untuk meneladani cara Lukman dalam mendidik anaknya. Manusia harus mengedepankan pendidikan tauhid kepada generasi penerus yang bakal menjadi ahli warisnya.

Pentingnya pendidikan tauhid ini seharusnya menjadi pertimbangan untuk didahulukan daripada pendidikan disiplin ilmu yang lain. Selain itu pendidikan tauhid juga harus menjadi dasar pendidikan ilmu pasti, ilmu sosial dan politik, sains dan teknologi, ilmu ekonomi, biologi, olahraga, dan sebagainya. Sehingga segala jenis pendidikan yang dipraktekkan manusia tersebut mempunyai tujuan luhur yang sifatnya tidak hanya duniawi namun juga ukhrawi.

Pendidikan tauhid menyentuh segala aspek kehidupan manusia, baik itu pada aspek kognisinya, afeksinya dan juga psikomotoriknya. Pendidikan tauhid sebagai landasan bagi pendidikan Islam juga mempunyai tujuan yang lebih luas yaitu bahwa pendidikan Islam harus mencakup segala kebutuhan hidup manusia yang tentunya didasari nilai-nilai ketauhidan. Sehingga pendidikan Islam dituntut untuk melahirkan insan-insan yang senantiasa berbuat dan bersikap dalam kebaikan pada dirinya, pada tuhannya, pada sesama makhluk dan pada lingkungan sebagai wujud konkret sebagi insan yang beriman.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Tentang EduFast Edutainment

EduFast Edutainment adalah lembaga pelatihan, pengembangan dan pemberdayaan sumber daya manusia yang berfokus pada bidang pendidikan.
EduFast Edutainment membuka peluang bagi seluruh instansi pendidikan dan umum untuk bersinergi dalam berbagai macam pelatihan dan workshop.

Informasi Training EduFast:

Hp/Wa: 081802669773

Email: sholehfasthea@gmail.com

Fb: EduFast Edutainment