Pengembangan Media Belajar


Perkembangan Terknologi Informasi telah membawa angin segar kedalam semua bidang kehidupan. Dunia olahraga, dunia bisnis, dunia pertanian dan berbagai bidang lain termasuk pendidikan, telah mampu merasakan dampak positif perkembangan teknologi tersebut. Berbagai lini kehidupan disentuh dan dijangkau para kreator teknologi agar aktivitas-aktivitasnya dapat dibantu dengan teknologi yang diciptakan. Masyarakatpun menjadi terbiasa atau membiasakan diri menyelesaikan aktivitas kesehariannya dengan menggunakan bantuan teknologi. Teknologi dapat membuat pekerjaan yang semula lama menjadi cepat, pekerjaan yang semula berat menjadi ringan dan pekerjaan yang semula sulit menjadi mudah. Namun demikian teknologi sebagai alat bantu memerlukan manusia sebagai pengguna “user” untuk menyesuaikan diri dan memahami kegunaannya, agar teknologi dapat dimanfaatkan sesuai prosedur yang berlaku dan benar-benar dapat membantu menyelesaikan pekerjaan.

Kesadaran orang untuk memanfaatkan teknologi sebagai media dan alat bantu telah berkembang seiring kebutuhan hidup yang makin hari makin kompleks, termasuk kebutuhan di dunia pendidikan. Dunia pendidikan sebagai tolok ukur kemajuan bangsa memerlukan perhatian komprehensif tentang bagaimana mengembangkan teknologi berbasis pendidikan atau pendidikan berbasis teknologi. Institusi pendidikan sebagai satu kesatuan lembaga yang berada di tengah-tengah masyarakat sudah selayaknya memberikan ruang yang cukup luas untuk pengembangan teknologi, yang diharapkan dapat membantu lancarnya sebuah proses pembelajaran yang dilakukan di kelas.

Membicarakan teknologi berbasis pendidikan adalah sebuah upaya untuk mengggagas bagaimana menciptakan kreasi teknologi yang berbasiskan nilai-nilai pendidikan. Sedangkan membicarakan pendidikan berbasis teknologi adalah membicarakan bagaimana pemanfaatan atas teknologi yang diciptakan untuk dunia pendidikan. Tema pembahasan ini terlalu luas dan mungkin memakan waktu yang cukup lama, oleh karena itu dalam tulisan ini yang akan saya bahas adalah teknologi dalam fungsinya sebagai media pembelajaran.

Kesadaran sivitas akademika terhadap pentingnya teknologi sebagai alat bantu pembelajaran sudah menunjukkan perkembangan yang signifikan. Hal tersebut bisa dilihat dari maraknya seminar-seminar atau pelatihan media pembelajaran untuk guru dan dosen di berbagai daerah. Guru dan dosen sebagai barisan garda depan perjalanan proses belajar mengajar dituntut untuk kreatif dan dinamis dalam menyampaikan materi pembelajaran. Metode dan strategi mengajar pun di tuntut lebih variatif. Guru dan dosen tidak lagi dimaknai sebagai orang yang hanya datang ke depan kelas kemudian menceramahi siswa-siwanya dengan seabrek materi. Namun guru dan dosen telah ditempatkan sebagai orang berilmu yang kreatif dan inovatif sehingga dalam setiap pembelajaran yang dilakukan, kelas tidak hanya menjadi pendengar yang baik, namun juga dilibatkan seluruhnya dalam proses pembelajaran yang dilakukan. Oleh karena itulah guru dan dosen perlu mengmbangkan metode dan strategi yang inovatif dan kreatif pula agar dapat menyampaikan materi pembelajaran yang betul mengena dan dapat menjangkau segala ranah dan aspek peserta didik. Disinilah penggunaan media pembelajaran mutlak diperlukan.

Dengan semakin banyaknya media pembelajaran yang dikuasai oleh seorang pendidik, semakin banyak pula metode dan strategi yang dapat dikembangkan. Dengan demikian proses belajar mengajar lebih enjoy dan membuat materi pembelajaran mudah diterima oleh peserta didik. Karena sejatinya guru bukan satu-satunya sumber belajar, internalisasi nilai-nilai yang diperoleh siswa tidak selalu berasal dari guru namun juga bisa dari pengalaman belajar yang lainnya. Oleh karena itu guru bisa berimprovisasi untuk menyajikan sumber belajar lain yang kiranya dapat disajikan menggunakan media pembelajaran.

Klasifikasi sumber pembelajaran dapat kita lihat dari pembagian AECT (Associationfor Educational Communication and Technology) yang membedakan sumber belajar menjadi enam jenis, yaitu:
  • Pesan; didalamnya mencakup kurikulum (GBPP) dan mata pelajaran.
  • Orang; didalamnya mencakup guru, orang tua, tenaga ahli, dan sebagainya.
  • Bahan; merupakan suatu format yang digunakan untuk menyimpan pesan pembelajaran, seperti buku paket, buku teks, modul, program video, film, OHT (over head transparency), program slide, alat peraga dan sebagainya (biasa disebut software).
  • Alat; merupakan sarana (piranti, hardware) untuk menyajikan bahan. Di dalamnya mencakup proyektor, OHP, slide, film, tape recorder, dan sebagainya.
  • Teknik; yang dimaksud adalah cara (prosedur) yang digunakan dalam memberikan pembelajaran guna tercapai tujuan pembelajaran. Di dalamnya mencakup ceramah, permainan/simulasi, tanya jawab, sosiodrama (roleplay), dan sebagainya.
  • Latar (setting) atau lingkungan; termasuk didalamnya adalah pengaturan ruang, pencahayaan, dan sebagainya.

Pemanfaatan Media Pendidikan

Media pendidikan dapat diartikan sebagai media yang digunakan sebagai alat dan bahan kegiatan pembelajaran. Media diperlukan dalam proses pembelajaran, karena proses belajar mengajar hakekatnya adalah proses komunikasi dua arah antara pendidik dengan peserta didik. Dalam proses komunikasi antara pendidik dengan peseta didik terdapat pesan komuniakasi yang berupa isi/ajaran yang dituangkan ke dalam simbol-simbol komunikasi baik verbal (kata-kata& tulisan) maupun non-verbal. Penerima pesan dalam hal ini peserta didik memerlukan upaya penafsiran (decoding) dari pesan yang disampaikan (encoding). Proses penafsiran inilah yang kadang berhasil kadang juga gagal, maka dapat pula dinyatakan bahwa guru berhasil menyampaikan materi atu gagal menyampaikan materi pembelajarannya. Dalam mengantisipasi kegagalan atau keberhasilan proses belajar mengajar seperti itulah media dapat digunakan dan difungsikan secara optimal agar aspek kegagalan dapat diminimalisir sampai titik prosentase terkecil. Hal ini sebagaimana diungkapkan dalam Edgar Dale yang menjelaskan tentang kegunaan media pendidikan dalam proses belajar mengajar:

1. Memperjelas pesan agar tidak terlalu verbalistis.
2. Mengatasi keterbatasan ruang, waktu tenaga dan daya indra.
3. Menimbulkan gairah belajar, interaksi lebih langsung antara murid dengan sumber belajar.
4. Memungkinkan anak belajar mandiri sesuai dengan bakat dan kemampuan visual, auditori & kinestetiknya.

Meskipun terdapat begitu banyak media yang dapat digunakan dalam pembelajaran, seorang guru harus mampu memahami dan menganalisis karakteristik dan kemampuan masing-masing media agar dapat dipilih media mana yang sesuai dengan kondisi dan kebutuhan materi pembelajaran. Misalnya seorang guru akan menerangkan tentang proses awal mula kejadian manusia, dari bertemunya sperma dan ovum sampai proses pembelahan sel yang kemudian menjadi makhluk hidup, media yang dapat digunakan tentu media yang sifatnya audio visual seperti film, sehingga materi yang disampaikan betul-betul menjadi pengalaman belajar karena seluruh indra siswa aktif mengikuti proses belajar.

Pemilihan media yang tapat guna adalah sebuah keharusan, seorang guru tidak bias memaksakan menggunakan media tertentu yang tidak mempunyai signifikansi dengan materi yang akan disampaikan. Berikut ini pengelompokan media instruksional yang dikemukakan oleh Anderson:

No
KELOMPOK MEDIA
MEDIA INSTRUKSIONAL

Audio
  • Pita audio (rol atau kaset)
  • Piringan audio
  • Radio (rekaman siaran)

Cetak
  • Buku teks terprogram
  • Buku pegangan/manual
  • Buku tugas

Audio – Cetak
  • Buku latihan dilengkapi kaset
  • Gambar/poster (dilengkapi audio)

Proyek Visual Diam
  • Film bingkai (slide)
  • Film rangkai (berisi pesan verbal)

Proyek Visual Diam dengan Audio
  • Film bingkai (slide) suara
  • Film rangkai suara

Visual Gerak
  • Film bisu dengan judul (caption)

Visual Gerak dengan Audio
  • Film suara
  • Video/vcd/dvd

Benda
  • Benda nyata
  • Model tirual (mock up)

Komputer
  • Media berbasis komputer; CAI (Computer Assisted Instructional) & CMI (Computer Managed Instructiona

Klasifikasi dan Jenis Media

KLASIFIKASI
JENIS MEDIA
Media yang tidak diproyeksikan
Realita, model, bahan grafis, display
Media yang diproyeksikan
OHT, Slide, Opaque
Media audio
Audio Kaset, Audio Vission, Aktive Audio Vission
Media video
Video
Media berbasis komputer
Computer Assisted Instructional (Pembelajaran Berbasis Komputer)
Multimedia kit
Perangkat praktikum

Media Pendidikan Berbasiskan Komputer

Teknologi komputer mengalami kemajuan pesat dan luar biasa, baik dari segi hardware maupu softwarenya. Seiring berkembanganya program-program serta aplikasi yang dapat dipasang, komputer memberikan kelebihan dalam berbagai bidang kegiatan pembelajaran seperti untuk produksi media slide, media gerak dan media audio visual. Kiranya dalam era sekarang ini seorang pendidik haruslah mampu menguasai teknologi komputer, meski masih dalam taraf sederhana. Teknologi komputer sangat membantu dalam menciptakan berbagai kreatifitas produksi media pembelajaran, baik berupa gerak, audio maupun visual. Berbagai macam software yang dapat digunakan antara lain Power Point, Macromedia Flash, Movie dan lain-lain. Aplikasi-aplikasi tersebut dapat digunakan dalam berbagai materi pembelajaran baik eksak, sosial maupun materi agama selama seorang pendidik bisa menyusunnya sesuai kebutuhan dan target-target materi dan pembelajaran yang hendak dicapai, dan tentu tetap didasarkan pada pencapaian tiga ranah peserta didik berikut ini.

Ranah Kognitif
Dalam pencapaian ranah kognitif komputer dapat digunakan untuk mengajarkan konsep-konsep, prinsip, langkah-langkah, proses, dan kalkulasi yang kompleks. Komputer juga dapat menjelaskan konsep tersebut dengan sederhana dengan penggabungan visual dan audio yang dianimasikan.

Ranah Afektif
Bila program didesain secara tepat dengan memberikan potongan clip suara atau video yang isinya menggugah perasaan, pembelajaran sikap/afektif pun dapat dilakukan mengunakan media komputer.

Ranah Psikomotorik
Ranah psikomotorik dapat dicapai dengan komputer dengan bentuk pembelajaran yang dikemas dalam bentuk games & simulasi sangat bagus digunakan untuk menciptakan kondisi dunia kerja. Beberapa contoh program antara lain; simulasi pendaratan pesawat, simulasi perang dalam medan yang paling berat dan sebagainya

2 komentar:

  1. Apakah bis membuat sekolah berbasis teknologi tapi dengan harga yang murah?
    Artinya orang22 kecil bisa mendapat pendidikan yg tidak kalah hebatnya dgn orang2 kaya.

    BalasHapus
  2. saya kira selama ada dukungan dan kemauan dari masyarakat hal itu bisa dilaksanakan, seperti SMP Qoryah Thoyyibah di Salatiga, sekolah yang notabene di kampung itu bisa menngunakan teknologi. siswa-siswa disana sudah akrab dengan teknologi komputer, internet dan lain2. hal itu dilakukan dengan kebiasaan menabung dan kemauan masyarakat untuk memabantu meski ala kadarnya

    BalasHapus

Artikel Lainnya

Tentang EduFast Edutainment

EduFast Edutainment adalah lembaga pelatihan, pengembangan dan pemberdayaan sumber daya manusia yang berfokus pada bidang pendidikan.
EduFast Edutainment membuka peluang bagi seluruh instansi pendidikan dan umum untuk bersinergi dalam berbagai macam pelatihan dan workshop.

Informasi Training EduFast:

Hp/Wa: 081802669773

Email: sholehfasthea@gmail.com

Fb: EduFast Edutainment