Aktivitas Berfikir Manusia



Plato pernah berkata bahwa “berbicara itu berpikir yang keras (terdengar), dan berfikir itu adalah “berbicara batin”. Apa hubungannya antara berbicara dengan berfikir?. Berbicara adalah menifestasi dari pelafalan bahasa. Dengan adanya bahasa manusia dapat memberikan nama terhadap sesuatu baik yang kelihatan atau tidak. Segala sesuatu yang dapat diamati dan pernah dialami dapat disimpan menjadi tanggapan-tanggapan dan pengalaman, kemudian diolahnya dengan proses berfikir menjadi pengertian-pengertian yang dapat mendefinisikan sesuatu.

Berfikir dapat diartikan sebagai aktivitas pribadi manusia untuk menemukan pemahaman atau pengertian yang kita kehendaki. Setiap aktivitas jiwa yang menggunakan kata-kata dan pengertian selalu melibatkan aktivitas berfikir. Dengan demikian berfikir merupakan proses pengabstraksian secara detail terhadap sesuatu. Seperti contoh ketika kita melihat suatu benda konkret misalnya sepeda motor. Jika kita hanya memandang merek sepeda motor itu, maka merek itu dapat memisahkan kita dari kenyataan yang lainnya, misalkan warna, berat, bentuk dan lain-lainnya. Cara pandang kita terhadap merek tersebut dapat kita pisahkan dari satu-kesatuan benda konkret, atau kita jadikan relasi-relasi dan abstraksi sehingga saling menghubungkan kenyataan yang ada tentang benda yang disebut “sepeda motor”. Cara pandang terhadap abstraksi suatu keadaan inilah yang dapat menimbulkan perbedaan hasil sebuah proses berfikir, karena berfikir erat kaitannya dengan keadaan jiwa lainnya seperti tanggapan, ingatan dan perasaan.

  • Bentuk-bentuk berfikir
Berfikir induktifBerfikir induktif merupakan suatu proses berfikir dari keadaan yang khusus menuju keadaan yang umum. Pola berfikir induktif dimulai dari sifat atau ciri tertentu suatu fenomena, kemudian menjadikan sifat atau ciri tersebut terdapat pada semua jenis fenomena yang sama. Keabsahan pola pikir induktif dapat dilihat dari representasi sampel yang digunakan. Semakin banyak sampel yang digunakan tentu peluang keberlakuan konklusi yang dihasilkan semakin besar. Demikian pula sebaliknya semakin sedikit sampel yang digunakan, keabsahan konklusi dapat dipertanyakan kebenarannya.

Contoh pola berfikir induktif
- Pohon Jati tumbuh dari tanah menuju atas mencari sinar matahari (Premis mayor)
- Pohon Duren tumbuh dari tanah ke atas mencari sinar matahari (Premis Minor)
- Semua batang tanaman tumbuhnya dari tanah ke atas mencari sinar matahari (Konklusi)

  • Berfikir deduktif
Berfikir deduktif merupakan kebalikan dari induktif yaitu dimulai dari keadaan umum menuju ke keadaan khusus. Biasanya pola berfikir ini berangkat dari teori-teori yang dianggap benar secara umum, kemudian teori tersebut diberlakukan kepada keadaan khusus pada fenomena tersebut.

Contoh pola berfikir deduktif
- Manusia adalah makhluk yang dapat berfikir (Premis Mayor)
- Saya adalah manusia (Premis Minor)
- Saya dapat berfikir (Konklusi

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Tentang EduFast Edutainment

EduFast Edutainment adalah lembaga pelatihan, pengembangan dan pemberdayaan sumber daya manusia yang berfokus pada bidang pendidikan.
EduFast Edutainment membuka peluang bagi seluruh instansi pendidikan dan umum untuk bersinergi dalam berbagai macam pelatihan dan workshop.

Informasi Training EduFast:

Hp/Wa: 081802669773

Email: sholehfasthea@gmail.com

Fb: EduFast Edutainment