Terbaru


Video atau teknologi audio visual telah menjadi trend setter baru dalam kancah teknologi digital. Berbagai aplikasi dan perangkat lunak dikembangkan untuk mendukung proses produksi video seperti vlog, film pendek, video tutorial, video animasi, video pembelajaran dan lain-lain. 

Sebagai seorang pendidik di era digital, sudah saatnya para guru di seluruh Indonesia untuk  menyajikan materi pembelajaran menggunakan media berupa video presentasi pembelajaran. Materi yang disajikan dalam bentuk video akan lebih merangsang minat siswa untuk menyimak dan mempelajari materi yang diajarkan oleh gurunya.  

Dengan bangga kami persembahkan:
TOP MILENIAL BATCH#7
TRAINING ONLINE PENDIDIK MILENIAL

VIDEO PRESENTASI PEMBELAJARAN

Training Online Pendidik Milenial atau TOP Milenial adalah sebuah training yang diselenggarakan oleh EduFast Edutainment untuk memberikan keterampilan dan kemahiran bagi pendidik (guru dan dosen) untuk memanfaatan dan mengembangkan Information and communication technology (ICT) dalam proses pembelajaran. TOP Milenial telah dilaksanakan semenjak tahun 2017 yang telah menjangkau banyak guru dan dosen dari seluruh wilayah nusantara.

Di dalam training ini para peserta akan dimbimbing untuk bisa 
memproduksi bahan ajar berupa Video Presentasi Pembelajaran. 
Media ajar hasil training ini dapat digunakan baik dalam sistem pembelajaran offline maupun online.  Bahan ajar dalam format video presentasi seperti ini akan sangat digemari oleh siswa-siswi milenial karena sangat sesuai dengan aktivitas keseharian mereka yang hampir tidak lepas dari media audio visual.

OUTPUT TRAINING:

Output dari training online ini adalah para peserta bisa memproduksi video presentasi pembelajaran hanya dengan menggunakan aplikasi smartphone. Manfaat dari video presentasi pembelajaran dapat digunakan untuk:
- Bahan ajar atau media presentasi di kelas (offline)
- Bahan ajar untuk aplikasi kelas pembelajaran online/ E-Learning
- Bahan ajar yang dapat diupload di media sosial (Youtube, Facebook, dll)
- Bahan ajar untuk belajar siswa di rumah
- Dokumentasi paket bahan ajar dan kolaborasi guru, dan lain-lain.

SISTEM PEMBELAJARAN:

Bagaimana sistem pembelajaran training online ini?
  • Sistem belajarnya Full Online dalam Jaringan, melalui member area website.
  • Belajarnya selama 12 kelas
  • Dimentori langsung dan mendapat bimbingan full selama 1 bulan.
  • Peserta mendapatkan: modul (hand-out materi), video tutorial, software training, account dan e-sertifikat.
  • Waktu mengikuti trainingnya fleksibel, bisa dimana saja dan kapan saja. Misalkan di waktu luang, pagi, siang, sore bahkan malam. Peserta bisa menentukan sendiri waktu dan tempat belajarnya.

JADWAL TRAINING:

Pendaftaran: 01-16 Agustus 2019
Start Training: 19 Agustus 2019

 INVESTASI TRAINING:

Nilai investasi training ini sebenarnya Rp 360.000,
Namun bagi Anda yang mendaftar maksimal 12 Agustus 2019, maka Anda berhak untuk mendapatkan diskon sebesar 50%. Jadi Anda cukup dengan berinvestasi senilai Rp 180.000,- saja. 

Manfaatkan kesempatan dahsyat ini.
Pilihan ada di tangan Anda.
Saatnya Anda naik kelas menjadi seorang pendidik milenial yang mampu menyelenggarakan pembelajaran canggih berbasis digital.

FORMULIR PENDAFTARAN:

atau
Klik tombol di bawah ini:
 Training Online E-Learning Berbasis Android

Ada masalah dengan formulir pendaftaran?
Silakan whatsapp ke: 085848832182
Admin akan segera merespon pendaftaran Anda.

Sampai ketemu dan bersenang-senang di kelas TOP Milenial Indonesia.
Kelasnya para pendidik digital di era  milenial.
0

Presentasi menggunakan media pembelajaran berbasis ICT adalah aktivitas yang sering dilakukan oleh seorang guru yang telah menguasai ICT (Information and Communication Technology) dalam proses pembelajaran. Presentasi merupakan salah satu bentuk pemanfaatan ICT yang paling jamak kita jumpai di dalam proses belajar mengajar. Sebenarnya banyak sekali model dan metodologi pembelajaran yang dapat dikembangkan dengan ICT. Namun nampaknya presentasi menggunakan media seperti PowerPoint, Lectora Inspire, Prezi, Emaze, Focusky dan berbagai macam software presentasi lainnya masih banyak diminati oleh guru.

Sebagai seorang presentator, seringkali guru mengalami berbagai masalah ketika presentasi yang menyebabkan tidak optimalnya proses pembelajaran. Oleh karena itu guru harus sudah mengantisipasinya sejak awal sehingga apa bila mengalam maslaah-masalah tersebut sudah mengetahui cara untuk menyelesaikannya.


Berikut ini ulasan lima permasalahan utama dalam presentasi pembelajaran sekaligus juga solusi yang bisa dilakukan untuk mengatasinya.

1) Gugup atau Nervous

Gugup adalah hal pertama yang paling sering dialami saat presentasi. Kegugupan ini bisa disebabkan oleh berbagai hal, misalnya: karena kurang percaya diri, karena audiens tidak memperhatikan, atau bisa juga karena tidak menguasai materi sepenuhnya.

Untuk mengatasi kegugupan ini maka guru bisa memulai presentasi dengan menggunakan ice breaking terlebih dahulu. Akan lebih baik pula jika ice breaking yang Anda pakai adalah merupakan konten pada media yang Anda gunakan untuk presentasi tersebut. Artinya Anda harus membuat media presentasi yang sudah dipersiapkan secara matang. Ice breaking di media presentasi bisa berupa simulasi game, simulai tanya jawab soal dan sebagainya.

Apabila presentasi sudah diawalai dengan ice breaking terlebih dahulu maka Anda tidak akan mengalami kegugupan lagi karena sudah dalam posisi satu frame dengan audiens. Sehingga Anda akan lebih mudah dalam menyampaikan materi presentasinya karena suasana sudah menjadi lebih hangat.

2) Tidak Menguasai Materi

Menguasai materi adalah satu hal yang sangat krusial. Apapun strategi yang anda pakai dalam presentasi tetapi jika Anda tidka menguasai materinya maka Anda akan kebingungan sendiri. Bisa jadi Anda akan tiba-tiba gugup, ngeblang atau bahkan keringat dingin karena lupa terhadapa materi yang harus disampaikan.

Meskipun Anda mennggunakan media, namun apabila Anda tidka mengusasi materinya dengan baik, tentu Anda akan nampak seperti seseorang yang sedang membacakan naskah saja di depan kelas. Sebagaimana seharusnya, media berfungsi sebagai alat bantu presentasi. Bukan sebagai sumber satu-satunya presentasi. Anda selaku presentator tetap memegang peranan yang sangat penting untuk menjelaskan materi-materi yang hendak disampaikan.

Oleh karena itu selaku presentator Anda juga harus belajar menguasai materinya dengan sungguh-sungguh, berlatih menghafal skrip presentasinya, dan juga berlatih menyampaikan atau mempresentasikan materi yang telah dibuat pada media presentasi. Akan lebih baik pula jika Anda berlatih di depan orang lain yang berperan sebagai audiens sehingga Anda bisa mendapatkanpengalaman riil presentasi di depan audiens. Bahkan kalau perlu Anda minta penilaian dari audiens tersebut.

3) Perubahan Durasi Waktu Presentasi

Manajemen waktu merupakan salah satu hal penting dalam presentasi. Umumnya ketika mau presentasi seorang presentator sudah menyiapkan pembagian waktunya, namun dikarenakan berbagai macam faktor seperti penjelasan dan pemaparan materi yang terlalu panjang, proses tanya jawab dengan audiens dan sebagianya maka tidak jarang durasi presentasi menjadi tidak sesuai dengan rencana awal. Ketika dalam konsidi seperti ini seorang presentator harus lihai mengatur ulang waktu presentasinya.

Permasalahan durasi waktu ini bisa diaatasi dengan membuat key word atau kata kunci dalam slide presentasi yang digunakan. Kata kunci ini selain digunakan untuk mengatur runtutan presentasi, juga bisa digunakan untuk membuat skala prioritas materi yang akan disampaikan. Jadi ketika ternyata waktu presentasi menjadi molor dan tidak sesuai rencana, maka presentatornya dapat memilih materi-materi yang diprioritaskan untuk segera dipelajari.

4) Audiens Sibuk Sendiri dan Tidak Memperhatikan

Audiens yang tidak mau memperhatikan memang menjadi hal yang sangat tidak disukai oleh seorang presentator. Alih-alih tujuan presentasi tercapai, audiens yang sibuk dengan aktifitasnya sendiri dapat menyebabkan presentator menjadi merasa kurang percaya diri, bahkan tidak jarang yang kemudian menjadi hilang semangatnya. Banyak faktor yang menyebabkan audiens tidak mau memperhatikan materi presentasi, di antaranya adalah karena presentasi terlalu kaku sehingga tidak ada pencairan suasana. Keadaan seperti ini akan menjadikan audiens cepat bosan kemudian mengalihkan perhatiannya ke aktivitas lain seperti sibuk sendiri atau bercakap-cakap dengan temannya.

Untuk mengatasi permasalahan ini tentu saja seorang presentator harus bisa menyajikan materi presentasi yang memukau dan selalu merangsang minat audiensnya. Caranya bisa dengan mencoba berbagai variasi strategi presentasi seperti mengubah intonasi dan mimiki wajah, menampilkan gambar/video atau musik yang disukai audiens, memberikan ice breaking dan berbagai variasi lainnya untuk mencairkan suasana. Satu hal yang paling utama adalah seorang presentator harus bisa memberikan impressi di awal penampilan agar audiens mempunyai ketertarikan terhadap materi presentasi yang akan disampaikan.

5) Media Presentasi Error

Selain karena faktor pribadi presentatornya seperti gugup dan tidak menguasai materi, terkadang media pembelajaran yang digunakan pun bisa saja mengalami kendala seperti tiba-tiba eror, terputus koneksinya, mati listrik dan berbagai kendala teknis lainnya.

Jika menghadapi masalah seperti ini, sebaiknya presentator jangan sampai menghabiskan waktu hanya untuk membereskannya. Apa bila tidak ada orang lain yang bisa dimintai bantuan untuk membereskannya, akan lebih baik presentator fokus kepada materi yang akan dipelajari, sehingga waktu tetap efisien.

Agar masalah ini bisa diminimalisir, maka sebelum presentasi dilakukan sebaiknya secara teliti menyiapkan segala perangkat yang dibutuhkan untuk presentasi mulai dari laptop, kabel data, kabel power, USB, proyektor, Pointer, Mouse dan berbagai macam tool lainnya. Sehingga apa bila terjadi masalah pun tidak cepat panik dan bisa mengatasi dengan baik.

0

Siswa sebagai pribadi yang sedang tumbuh dan berkembang, mempunyai beraneka ragam perangai dan watak yang bisa dipengaruhi oleh berbagai macam hal di lingkungannya. Hal ini selayaknya dipahami oleh seorang guru agar dapat menyiapkan diri serta mengambil tindakan yang tepat jika menghadapi siswa dengan berbagai macam persoalannya.

Siswa yang bisa membuka mental blok maka akan lebih mudah akrab dengan guru, namun siswa yang belum bisa menghilangkan mental blok dalam dirinya akan cenderung tertutup, menjadi pendiam bahkan pemalu. Sifat pemalu dan pendiam adalah beberapa karakter siswa yang menjadikannya jarang berkomunikasi dengan gurunya, ataupun jika ia berkomunikasi lebih seringnya adalah dengan merasa canggung bahkan salah tingkah. 


Menjadi guru idola

Sikap  pemalu dan pendiam ini akan membawa dampak terhadap minimnya komunikasi dengan gurunya yang berakibat juga akan menjadi terhambatnya penyampaian informasi atau penyerapan informasi dari guru. Misalkan saja ketika siswa belum jelas terhadap materi yang dijelaskan oleh gurunya maka ia cenderung tidak akan bertanya, meskipun ia sadar bahwa ia belum paham dan memerlukan penjelasan yang lebih detail. Hal seperti ini kalau dibiarkan akan menyebabkan distribusi pengetahuan yang tidak merata dalam satu kelas. Biasanya hanya siswa-siswa yang vokal saja yang akan lebih mudah berinteraksi dan berkomunikasi serta mendapatkan pengetahuan dan pengalaman belajar yang lebih banyak

Untuk mengatasi hal ini,  guru bisa melakukan berbagai strategi dalam pembelajaran yang lebih variatif serta mampu mendekatkan kepada siswanya. Namun yang lebih utama dari itu semua adalah gurunya itu sendiri harus berusaha sedekat mungkin dengan siswa terlebih dahulu. Karena jika guru sudah lebih dekat dengan siswa, maka strategi apapun yang dilakukan dalam pembelajaran akan mudah diaplikasikan dan lebih mudah untuk mendapatkan hasil pembelajaran yang diinginkan.

Berikut beberapa hal yang dapat dilakukan agar guru lebih dekat dengan siswa:

  • Berusaha tersenyum dan menghadirkan kebahagiaan
Tidak bisa dipungkiri bahwa guru juga mempunyai berbagai macam persoalan selain persoalan mengajarnya, permasalahan ini bisa muncul baik dengan keluarganya maupun dengan orang-orang disekitarnya. Namun jika permasalahan tersebut sampai dibawa ke sekolah maka hal ini akan menjadi masalah besar dalam usaha menjadi guru idola yang lebih dekat dengan siswa. Apapun permasalahan yang sedang dihadapi, tentunya akan sanagat bijaksana jika guru mampu memanajemen emosinya.

Permasalahan yang masih terpendam dalam diri akan mengakibatkan ekspresi seseorang menjadi lebih muram, kadang juga diekspresikan dengan muka cemberut bahkan sikap yang tidak enak dipandang mata. Disinilah pentingnya guru menguasai manajemen emosi, sehingga dalam kondisi apapun guru harus bisa untuk tetap tersenyum menghadirkan kebahagiaan di depan para siswa-siswinya. Guru yang senantiasa tersenyum ketika bertatap muka dengan orang lain akan lebih mudah berbekas di hati siswa. Siswa akan menempatkan kehadiran guru dalam dirinya sebagai seseorang yang lebih dekat, sehingga siswa akan lebih nyaman dengan gurunya tersebut. Guru yang mudah tersenyum dan menghadirkan kebahagiaan seperti ini akan dijadikan sebagai guru idola bagi siswa-siswinya.

  • Sabar dalam membimbing dan berkomunikasi dengan siswa
Sebandel dan senakal apapun siswa harus dijadikan sebagai tantangan bagi guru dalam membimbingnya, bukan malah dijadikan sebagai hambatan yang justru ditangani dengan cara yang tidak tepat.  Mulailah dengan menjalin komunikasi yang baik dengan siswa, yaitu komunikasi yang lebih mudah diterima dan dipahami oleh siswa. Bimbing mereka dengan bahasa yang mengesankan dan menggugah semangat, hindari bahasa yang terkesan memojokkan atau mengerdilkan siswa. Guru yang sabar dalam membimbing siswa akan lebih mudah dekat dengan siswanya. Tentunya hal ini akan sangat bermanfaat bagi keberhasilan proses belajar-mengajar.

  • Hindari intonasi tinggi dalam berkomunikasi secara berlebihan
Intonasi tinggi dalam berbicara akan terkesan sebagai bentakan atau ekspresi rasa marah. Jika dalam mengajar atau berkomunikasi sehari-hari dengan siswa menggunakan intonasi tinggi akan mengakibatkan penerimaan siswa yang keliru. Hal ini akan berpengaruh negatif kepada kesiapan dan kemauan siswa itu sendiri terhadap penerimaan informasi yang disampaikan guru. Sebagus apapun informasi yang disampaikan, namun jika disampaikan dengan pola komunikasi yang salah, tidak akan menghasilkan pengetahuan yang maksimal. Sebalikanya jika disampaikan dengan lemah lembut serta penuh penghargaan kepada yang diajak bicara, akan lebih mudah penerimaan pengetahuannya.

  • Mempunyai selera humor dalam berkomunikasi 
Mempunyai selera humor bukan berarti menjadi pelawak. Humor adalah bumbu dalam komunikasi. Humor juga bisa dijadikan sebagai pemecah kebuntuan dalam berkomunikasi. Siswa yang susah berkonsentrasi dengan pembelajaran, bisa diatasi dengan disajikan humor terlebih dahulu sebelum kelas dimulai agar siswa bisa menyiapkan dirinya untuk mengikti pembelajaran. Guru yang mempunyai selera humor tentu akan lebih dekat dengan siswa, karena ketika siswa merasa buntu pemikirannya atau merasa kesulitan dalam belajar, humor akan menjadi obat untuk merilekskan kembali pikirannya. Dengan begitu maka guru yang mempunyai selera humor akan lebih mudah diterima untuk hadir di hadapan siswa-siswanya.

  • Jadi pendengar yang baik bagi siswa
Berbicara yang baik itu mudah, namun tidak dengan mendengar yang baik. Hampir setiap rang mempunyai kecenderungan untuk berargumen atau berkomentar pada setiap hal yang ditemuinya. Guru juga selayaknya menempatkan dirinya sebagai pendengar yang baik bagi siswanya. Seringkali siswa mempunyai sekian masalah yang bingung untuk diceritakan kepada siapa. Jika guru tidak membuka diri terhadap pembicaraan siswa, maka sama saja guru tidak mau mendengarkan masalah mereka. Hal ini juga berarti bahwa guru tidak mampu menjadi orang yang dekat dengan siswa yang nantinya akan berpengaruh kepada bagaimana komunikasi yang baik antara guru dan siswa.

  • Peduli akan permasalahan yang dihadapi siswa
Tidak hanya guru yang mempunyai masalah, tetapi siswa juga mempunyai banyak masalah baik tetnag sekolah sendiri, tentang pelajaran, tentang keluarganya, tentang mimpi dan harapan mereka, tentang teman-teman dan pergaulannya, serta berbagai masalah lain. Disinilah peran penting guru, bahwa tugas guru tidak hanya sekedar menyampaikan pengetahuan, tetaqpi guru juga sekaligus problem solver atas permasalahan siswa. 

Kepedulian guru kepada siswanya bisa dimulai dengan menjalin komunikasi dengan siswa selain membahas pelajaran yang diberikan. Hal ini perlu ditempuh agar siswa mau membuka diri atas masalah yang ia hadapi, sehingga guru lebih mudah ketika ingin ikut membantu menyelesaikan permsalahan tersebut. Tidak benar anggapan bahwa tugas problem solver hanyalah tugas seorang guru BK/BP. Faktanya tidak semua siswa mau berkonsultasi atas permasalahannya kepada guru BK/BP, oleh karena itu peduli dan berusaha menyelesaikan permsalahan siswa menjadi tugas bagi semua guru. Guru yang dianggap peduli kepada siswanya serta mampu menjawab setiap permasalahan yang dihadapi oleh siswa, akan lebih mudah diterima oleh siswa, sehingga sangat terbuka lebar kemungkinan  bagi guru tersebut untuk menjadi guru idola bagi siswa-siswinya.  

Artikel ini pertama kali ditayangkan di lamperan.net
0

Pembelajaran di era milenial tidak bisa dipisahkan dengan penggunaan teknologi sebagai medianya. Sebagai sebuah entitas, teknologi memang identifikasi paling mudah untuk mendefinisikan milenial itu sendiri. Dalam konteks pembelajaran maka berarti bahwa sebuah metode pembelajaran yang masih menjauhkan dari teknologi bisa dikatakan sebagai sebuah pembelajaran yang “kolot” atau tertinggal jaman. 

Ada berbagai macam cara untuk memanfaatkan teknologi dalam pembelajaran milenial, salah satunya adalah dengan menggunakan sistem e-learning. E-learning yang merupakan akronim dari elektronik learning dapat dipahami sebagai sebuah sistem pembelajaran yang menggunakan elektronik sebagai medianya. Dimana melalui perangkat elektronik tersebut pendidik dan peserta didik bisa saling berinteraksi dan berkomunikasi atau terjadi proses timbal balik / input dan output. 

Dalam proses interaksi ini dibutuhkan jembatan (penghubung) antara pendidik dan peserta didik yaitu jaringan internet. Karena dengan internet, proses interaksi dan komunikasi pembelajaran bisa dilakukan secara real time. Pendidik dan peserta didik bisa saling memberi input dan output dalam tempo waktu yang bersamaan. 

Munculnya berbagai inovasi baik software maupun hardware menjadikan pembelajaran menggunakan sistem e-learning bisa dilakukan dengan berbagai macam metode yang sangat powerfull. Pembelajaran tidak harus dilaksanakan secara jarak jauh. Namun dalam ruang yang sama pun bisa menyelenggarakan sistem pembelajaran dengan menggunakan e-learning ini. 

Dengan semakin canggih dan murahnya perangkat teknologi (Gadget, laptop, tablet) maka semakin mudah pula sebuah lembaga pendidikan untuk bisa menyelenggarakan pembelajaran berbasis online.


Berikut ini beberapa metode pembelajaran yang bisa dikembangkan dalam sistem pembelajaran yang menggunakan e-learning:


a. Menyelenggarakan sistem pembelajaran jarak jauh/jarak dekat. 

Dengan adanya komunikasi terpadu melalui web e-learning, maka pendidik dan peserta didik dapat berkomunikasi dari mana saja. Proses komunikasi pembelajaran bisa dilakukan menjadi lebih fleksibel, selama pendidik dan peserta didik terkoneksi dengan internet maka proses pembelajaran bisa dilakukan.


b. Mengajar dengan konten digital yang memukau 

Anda pasti akan kesulitan untuk menyampaikan materi yang sifatnya gerakan dan suara apabila hanya menggunakan buku/diktat. Tapi dengan e-learning anda bisa menyajikan materi audio visual yang sangat menarik, bahkan sebuah teks pun bisa anda kreasikan menjadi tampilan yang memukau. Audio dan video yang anda jadikan pembelajaran juga bisa disajikan secara real time. Anda bisa melakukan siaran langsung, dan peserta didik anda akan berinteraksi dengan anda melalui web e-learning.


c. Membuat konten media yang lebih hidup (mendekati kenyataan) 

Kreatif mutlak diperlukan dalam pembelajaran berbasis e-learning. Jadi Anda harus jadi pendidik yang tidak pernah mati ide. Kembangkan berbagai konten materi pembelajaran Anda agar sesuai dengan harapan peserta didik. Mulai dari menyusun warna yang menarik, gambar yang hidup, serta berbagai inovasi Anda dalam menyajikan konten media yang akan membuat peserta didik anda betah dalam kelas anda.


d. Memusatkan materi pembelajaran 

Di dalam sekolah yang mempunyai rombongan belajar cukup banyak, pendidik dalam bidang studi yang sama bisa bersinergi membuat materi pembelajaran bersama. Nantinya setiap pendidik tinggal memanfaatkan media pembelajaran tersebut secara maksimal. Dalam kelas online ini pendidik bisa membuat kebebasan akses untuk semua user, artinya satu materi bisa diakses oleh banyak peserta didik /pendidik sekaligus dalam satu waktu yang sama.


e. Memanfaatkan hand phone/tablet/laptop dalam kelas partisipatif 

Buang jauh-jauh pemikiran Anda bahwa gadget dapat merusak peserta didik Anda. Saatnya anda berfikir ala era milenial. Dengan sistem pembelajaran online, Anda bisa melakukan proses komunikasi pembelajaran lewat hp murid Anda. Pastikan peserta didik sudah terintegrasi dalam sistem e-learning anda (didaftarkan menjadi user e-learning), kemudian ajaklah mereka belajar dengan cara yang sangat mengasyikkan, ajaklah mereka cerdas dalam dunia mereka, ajaklah murid-murid Anda menemukan hidupnya tanpa terasing dari kehidupannya.


f. Memberikan tugas dan menilai kemajuan peserta didik secara online 

Salah satu hal yang akan sangat membuat peserta didik anda selalu rindu dengan tugas anda adalah jika Anda bisa memberi tugas secara online. Ya seperti yang anda alami selama ini, ketika Anda memberikan tugas kepada peserta didik, maka kebanyakan peserta didik akan mengeluh karena merasa terbebani. Tapi tidak dengan penugasan online. Anda bisa membuat penugasan yang kreatif, buat seolah-olah peserta didik sedang main game atau aktivitas yang mereka sukai. 

Peserta didik bisa mengerjakan tugasnya dari hp/tablet, peserta didik bisa menjawab soal-soal anda, dan peserta didik bisa langsung menginputnya ke dalam sistem e-learning. Hebatnya lagi anda langsung bisa menilainya dan memberikan rapor atas kemajuan peserta didik anda. Dan itu bisa anda lakukan sembari ngopi di kafe, wisata bersama keluarga, shopping atau ketika anda bermain bersama anak-anak Anda. E-learning memberikan anda kebebasan dalam belajar mengajar.

(Sholeh Fasthea || CEO EduFast Edutainment)
Disarikan dari buku Inovasi Pembelajaran Milenial Berbasis ICT (Sholeh Fasthea, 2018)


0


Evaluasi pembelajaran merupakan sebuah bentuk tahapan pembelajaran yang bertujuan untuk mengetahui capaian hasil belajar siswa dengan menggunakan beberapa prosedur evaluasi. Melalui mekanisme evaluasi pembelajaran, guru dapat mengetahui tingkat pemahaman siswa terhadap materi pembelajaran yang telah dipelajari sebelumnya. Sehingga dari hasil evaluasi pembelajaran ini maka guru dapat memperoleh umpan balik yang dapat digunakan untuk memperbaiki proses belajar mengajar ke depannya, termasuk untuk program program remedial, menentukan kenaikan kelas, laporan untuk orang tua siswa dan sebagainya.

Salah satu bentuk evaluasi pembelajaran yang umumnya dilakukan oleh guru adalah dengan prosedur Test (Ujian) seperti Latihan soal harian, Ujian Tengah Semester (UTS) dan Ujian Akhir Semester (UAS). Namun sayangnya, di era informasi digital seperti sekarang ini mayoritas guru masih menggunakan ujian dengan sistem manual, yaitu siswa mengerjakan soal ujiannya pada sebuah kertas lembar jawaban.

Padahal jika mau berubah dan berkembang, sekarang ini sudah banyak software untuk membuat sistem ujian online atau Computer Based Test (Ujian berbasis komputer). Oleh karena itu guru harus mulai mengakrabkan diri dengan ujian berformat digital ini. Selain itu siswa juga perlu dibiasakan dengan format ujian digital ini agar jika suatu saat mengalaminya, maka sudah akrab dan mudah menggunakan. SAlah satu cara yang bisa ditempuh oleh guru adalah dengan membuat aplikasi banks soal digital atau kumpulanj soal berbasis digital.

Bank Soal Digital adalah sebuah format media pembelajaran berbasis ICT yang isinya merupakan kumpulan-kumpulan soal untuk materi-materi tertentu atau dalam satu tahapan pembelajaran tertentu. Media Bank Soal digital ini bisa digunakan siswa untuk berlatih evaluasi dan juga mengikuti ujian yang sesungguhnya. Selain tentunya lebih asyik dan menyenangkan, media bank soal digital juga mempunyai tingkat capaian keberhasilan yang tinggi untuk meningkatkan motivasi belajar siswa. Karena belajar menggunakan ICT adalah sesuatu yang tentunya menjadi kegemaran bagi anak-anak milenial.

Dengan bangga kami persembahkan:
TOP MILENIAL BATCH#7
TRAINING ONLINE PENDIDIK MILENIAL
INOVASI PRODUKSI BANK SOAL DIGITAL

Training Online Pendidik Milenial atau TOP Milenial adalah sebuah training yang diselenggarakan oleh EduFast Edutainment untuk memberikan keterampilan dan kemahiran bagi pendidik (guru dan dosen) untuk memanfaatan dan mengembangkan Information and communication technology (ICT) dalam proses pembelajaran. TOP Milenial telah dilaksanakan semenjak tahun 2017 yang telah menjangkau banyak guru dan dosen dari seluruh wilayah nusantara.

Di dalam training ini para peserta akan dimbimbing untuk bisa memproduksi bank soal digital dengan berbagai tipe soal. Tentu saja media pembelajaran berupa bank soal digital seperti ini sangat disukai oleh peserta didik karena mereka dapat belajar dengan cara yang sangat menyenangkan. Selain itu pembelajaran seperti ini juga merupakan salah satu cara agar peserta didik bijaksana dalam mengakses konten digital yang positif.

Training Online Bank Soal Digital

OUTPUT TRAINING:
Output training online ini adalah para peserta bisa memproduksi bank soal digital untuk berbagai mata pelajaran menggunakan berbagai macam tipe soal seperti:

  • Soal True Or False (Benar atau Salah)
  • Soal Multiple Choice (Pilihan Ganda)
  • Soal Multiple Response (Jawaban Ganda)
  • Soal Fill In The Blank (Melengkapi Kalimat)
  • Soal Number Entry (Jawaban Angka)
  • Soal Rank / Sequences (Peringkat/Urutan)
  • Soal Matching (Memasangkan)
  • Soal Drag & Drop (Tarik & Tempatkan/Menempelkan)
  • Soal Hot Spot (Menentukan Titik)


SISTEM PEMBELAJARAN:
Bagaimana sistem pembelajaran training online ini?

  • Sistem belajarnya Full Online dalam Jaringan, melalui member area website. 
  • Belajarnya selama 12 kelas/materi 
  • Dimentori langsung dan mendapat bimbingan full selama 1 bulan. 
  • Peserta mendapatkan: modul (hand-out materi), video tutorial, software training, account dan e-sertifikat. 
  • Waktu mengikuti trainingnya fleksibel, bisa dimana saja dan kapan saja. Misalkan di waktu luang, pagi, siang, sore bahkan malam. Peserta bisa menentukan sendiri waktu dan tempat belajarnya. 

JADWAL TRAINING:
Pendaftaran: 22 April - 11 Mei 2019
Start Training: 13 Mei 2019

INVESTASI TRAINING:
Nilai investasi training ini sebenarnya Rp 360.000,
Namun bagi Anda yang mendaftar maksimal 06 Mei 2019, maka Anda berhak untuk mendapatkan diskon sebesar 50%. Jadi Anda cukup dengan berinvestasi senilai Rp 180.000,- saja. 

Manfaatkan kesempatan dahsyat ini.
Pilihan ada di tangan Anda.
Saatnya Anda naik kelas menjadi seorang pendidik milenial yang mampu menyelenggarakan pembelajaran canggih berbasis digital.

FORMULIR PENDAFTARAN:

atau

Klik tombol di bawah ini:

Ada masalah dengan formulir pendaftaran?
Silakan whatsapp ke: 085848832182
Admin akan segera merespon pendaftaran Anda.

Sampai ketemu di kelas TOP Milenial Indonesia.
Kelasnya para pendidik digital di era milenial.
0


Multimedia Pembelajaran Interaktif (MPI) adalah sebuah model media presentasi yang menggabungkan berbagai unsur audio visual yang di dalamnya terdapat tombol navigasi untuk mengintegrasikan semua bagian. Media presentasi jenis ini memiliki keunggulan bahwa media ini bisa digunakan secara mandiri oleh peserta didik, artinya penggunaan media ini tidak mengharuskan adanya seorang pendidik yang mempresentasikan. 
 Kabar gembira bagi Anda para pendidik profesional, EduFast Edutainment kembali menghadirkan program pelatihan online untuk para pendidik milenial di seluruh Indonesia.


Multimedia pembelajaran interaktif sangat tepat untuk digunakan dalam proses pembelajaran. Selain tentunya lebih mudah digunakan, presentasi ini juga memungkinkan adanya proses input dan output pembelajaran oleh penggunanya.

Dengan bangga kami persembahkan:
TOP MILENIAL BATCH#7

TRAINING ONLINE PENDIDIK MILENIAL
INOVASI MULTIMEDIA PEMBELAJARAN INTERAKTIF

Bagi Anda yang berprofesi sebagai pendidik (guru dan dosen), training ini merupakan pilihan paling tepat bagi Anda yang ingin memiliki kemampuan dan keterampilan canggih dalam inovasi pembelajaran aktif berbasis ICT

Training Online Pendidik Milenial atau TOP Milenial adalah sebuah training yang diselenggarakan oleh EduFast Edutainment untuk memberikan keterampilan dan kemahiran bagi pendidik (guru dan dosen) untuk memanfaatan dan mengembangkan Information and communication technology (ICT) dalam proses pembelajaran. TOP Milenial telah dilaksanakan semenjak tahun 2017 yang telah menjangkau banyak guru dan dosen dari seluruh wilayah nusantara.

Di dalam training ini para peserta akan dimbimbing untuk bisa membuat karya berupa presentasi pembelajaran interaktif atau presentasi pembelajaran mandiri. Multimedia pembelajaran interaktif dapat dimanfaatkan dalam berbagai metode pembelajaran dan pasti akan sangat disukai oleh para peserta didik. Selain dapat digunakan untuk mengajar di kelas, media pembelajaran interaktif dapat digunakan atau dioperasikan sendiri oleh siswa untuk belajar di rumah.


OUTPUT TRAINING:

Output training ini adalah para peserta dapat membuat multimedia pembelajaran interaktif menggunakan powerpoint dengan berbagai keunggulan seperti:
  • Media mudah dioperasikan oleh guru dan siswa secara mandiri
  • Mempunyai tampilan desain yang memukau
  • Mempunyai tampilan desain yang membuat siswa nyaman dan betah dalam belajar
  • Memanfaatkan berbagai objek media seperti teks, gambar, audio dan video
  • Memiliki tampilan animasi interaktif yang mengesankan
  • Semua bagian media terintegrasi dan terkoneksi dengan tomboll navigasi
  • Media dilengkapi fitur evaluasi untuk mengukur capaian hasil belajar siswa

SISTEM PEMBELAJARAN:
Bagaimana sistem pembelajaran online ini?


  • Sistem belajarnya Full Online dalam Jaringan, melalui grup dan member area website.
  • Belajarnya selama 12 kelas
  • Dimentori langsung dan mendapat bimbingan full selama 1 bulan.
  • Peserta mendapatkan: modul (hand-out materi), video tutorial, software training, account dan e-sertifikat.
  • Waktu mengikuti trainingnya fleksibel, bisa dimana saja dan kapan saja. Misalkan di waktu luang, pagi, siang, sore bahkan malam. Peserta bisa menentukan sendiri waktu dan tempat belajarnya.

JADWAL TRAINING:
Pendaftaran: 01 - 16 Agustus 2019
Start Training: 19 Agustus 2019
 
INVESTASI TRAINING:
Nilai investasi training ini sebenarnya Rp 360.000,
Namun bagi Anda yang mendaftar maksimal 12 Agustus 2019, maka Anda berhak untuk mendapatkan diskon sebesar 50%. Jadi Anda cukup dengan berinvestasi senilai Rp 180.000,- saja. 

Manfaatkan kesempatan dahsyat ini.

Pilihan ada di tangan Anda.

Saatnya Anda naik kelas menjadi seorang pendidik milenial yang mampu menyelenggarakan pembelajaran canggih berbasis digital.

FORMULIR PENDAFTARAN:
Klik >> https://goo.gl/sey3rV

atau
Klik tombol di bawah ini:



Ada masalah dengan formulir pendaftaran?
Silakan wa ke: 085848832182
Admin akan segera merespon pendaftaran Anda

Sampai ketemu dan bersenang-senang di kelas TOP Milenial Indonesia.
Kelasnya para pendidikan digital di era milenial.
0

 Training Online E-Learning Berbasis Android

Teknologi smartphone merupakan salah satu penemuan fenomenal abad milenial ini. Berbagai macam aktifitas pribadi dan sosial bisa dilakukan hanya dengan sebuah perangkat di dalam genggaman. Semua hal bisa dilakukan dengan mudah, murah dan sederhana. Smartphone atau telepon pintar telah menjadi gaya hidup dan identitas sosial manusia modern.

Dunia pendidikan sebagai ujung tombak kemajuan peradaban sebuah bangsa, meniscayakan untuk segera merespon fenomena smartphone ini agar bisa memanfaatkannya dan mendayagunakannya dalam proses belajar mengajar. Paradigma keliru yang menganggap smartphone adalah perangkat yang harus dijauhkan dari peserta didik harus segera dirombak.

Faktanya, dalam aktifitas sehari-hari baik pendidik maupun peserta didik saat ini tidak bisa lepas dari smartphone. Disinilah peran penting pendidik sebagai pribadi dewasa harus mampu memberikan wacana dan keterampilan konstruktif untuk dapat memanfaatkan smartphone dalam pembelajaran, sehingga smartphone yang dimiliki siswa dapat digunakan secara positif dan bijaksana untuk menunjak aktifitas pembelajaran di sekolah.

Dengan bangga kami persembahkan:
TOP MILENIAL BATCH#7
TRAINING ONLINE PENDIDIK MILENIAL

E-LEARNING BERBASIS ANDROID


Training Online Pendidik Milenial atau TOP Milenial adalah sebuah training yang diselenggarakan oleh EduFast Edutainment untuk memberikan keterampilan dan kemahiran bagi pendidik (guru dan dosen) untuk memanfaatan dan mengembangkan Information and communication technology (ICT) dalam proses pembelajaran. TOP Milenial telah dilaksanakan semenjak tahun 2017 yang telah menjangkau banyak guru dan dosen dari seluruh wilayah nusantara.

Di dalam training ini para peserta akan dimbimbing untuk bisa menyelenggarakan proses pembelajaran secara online (e-learning) baik menggunakan laptop/komputer maupun menggunakan handphone/tablet. Metode pembelajaran seperti ini tentu saja akan sangat disukai oleh peserta didik karena mereka dapat belajar dengan cara yang sangat menyenangkan. Selain itu pembelajaran online menggunakan smartphone juga merupakan salah satu cara untuk membiasakan peserta didik agar bijaksana dalam mengakses konten internet yang positif.

OUTPUT TRAINING:

Output dari training online ini adalah para peserta bisa menyelengarakan aktifitas pembelajaran online seperti:
  • Membuat kelas pembelajaran secara online, baik jarak jauh maupun di dalam kelas
  • Manajemen materi pembelajaran secara online baik teks, gambar, audio, video, dan animasi. Sehingga materi pembelajaran bisa diakses siswa kapan saja dan dimana saja.
  • Memberikan tugas belajar kepada siswa secara online
  • Memberikan kuis pembelajaran secara online
  • Membuat forum diskusi online bersama siswa
  • Menyelenggarakan ujian/ evaluasi seperti UTS dan UAS secara online
  • Mengoreksi dan memberikan penilaian tugas atau ujian siswa secara online
  • Memberikan reward/punishment secara online dan riil time
  • Memberikan penialan sikap
  • Serta berbagai aktifitas pembelajaran keren lainnya.

SISTEM PEMBELAJARAN:

Bagaimana sistem pembelajaran training online ini?
  • Sistem belajarnya Full Online dalam Jaringan, melalui member area website.
  • Belajarnya selama 12 kelas
  • Dimentori langsung dan mendapat bimbingan full selama 1 bulan.
  • Peserta mendapatkan: modul (hand-out materi), video tutorial, software training, account dan e-sertifikat.
  • Waktu mengikuti trainingnya fleksibel, bisa dimana saja dan kapan saja. Misalkan di waktu luang, pagi, siang, sore bahkan malam. Peserta bisa menentukan sendiri waktu dan tempat belajarnya.

JADWAL TRAINING:

Pendaftaran: 01-16 Agustus 2019
Start Training: 19 Agustus 2019

 INVESTASI TRAINING:

Nilai investasi training ini sebenarnya Rp 360.000,
Namun bagi Anda yang mendaftar maksimal 12 Agustus 2019, maka Anda berhak untuk mendapatkan diskon sebesar 50%. Jadi Anda cukup dengan berinvestasi senilai Rp 180.000,- saja. 

Manfaatkan kesempatan dahsyat ini.
Pilihan ada di tangan Anda.
Saatnya Anda naik kelas menjadi seorang pendidik milenial yang mampu menyelenggarakan pembelajaran canggih berbasis digital.

FORMLIR PENDAFTARAN:

atau
Klik tombol di bawah ini:
 Training Online E-Learning Berbasis Android

Ada masalah dengan formulir pendaftaran?
Silakan whatsapp ke: 085848832182
Admin akan segera merespon pendaftaran Anda.

Sampai ketemu dan bersenang-senang di kelas TOP Milenial Indonesia.
Kelasnya para pendidik digital di era  milenial.
0

Seberapa seringkah Anda menggunakan atau mengakses gawai Anda dalam sehari?

Pertanyaan di atas sangat relevan diajukan kepada setiap kita yang memiliki gawai atau gagdet, apalagi dengan berbagai fitur dan aplikasi canggih yang menyertainya. Keberadaan gawai di satu sisi memang memudahkan berbagai macam pekerjaan manusia. Dari urusan belanja, membaca berita, bersosialisasi, bahkan sekedar cara merias diri pun kini bisa diakses hanya dengan sebuah gawai yang digenggam di tangan.

Telepon pintar menawarkan berbagai macam aplikasi yang membuat penggunanya nyaman mengakses gawainya hingga berjam-jam. Berbagai iklan juga turut mendorong seseorang untuk memiliki aplikasi tertentu di gawainya, bahkan meskipun aplikasi itu tidak begitu dibutuhkannya.

dehumanisasi teknologi

Di sisi lain, kecanggihan teknolologi informasi utamanya perangkat telepon genggam pintar atau Smartphone telah mendorong satu perubahan gaya hidup baru yang justru cenderung mengarah ke dehumanisasi. Teknologi justru menciptakan suatu peradaban baru dimana manusia yang berfitrah makluk individu dan makhluk sosial, kini kehadiran teknologi telah mendorong manusia untuk lebih individualis.

Seseorang asyik memainkan gawainya sementara di depannya ada kawan sedang mengajak bicara, seseorang enggan saling berkunjung karena saling sapa di media sosial sudah dianggap cukup, seseorang tidak lagi mempunyai kesantunan bahasa karena berekspresi di aplikasi perpesanan adalah sebuah kebebasan, seseorang terampil meracik strategi peperangan dalam sebuah game online sementara banyak pekerjaannya yang terabaikan. Itu adalah beberapa contoh nyata yang sudah sangat umum di depan mata kita sehari-hari. Betapa teknologi justru mengarahkan manusia untuk semakin tidak manusiawi.

Perilaku-perilaku seperti ini mengindikasikan bahwa manusia yang terlalu terlenakan atau terninabobokan oleh kemajuan teknologi, tidak lagi dapat menguasai dirinya sendiri. Ia cenderung kalah oleh "bujuk rayu" untuk mengoperasikan teknologi. Ia bukan menguasai teknologi, tapi ia justru dikuasai oleh teknologi. Hal ini juga berarti bahwa seseorang tersebut berada di bawah kendali para konglomerasi dan kapitalisme global khususnya dalam bidang teknologi.
Satu kasta terendah dalam distribusi globalisasi teknologi adalah berada pada posisi user/ konsumen pasif, yaitu seseorang yang begitu tergila-gila untuk menikmati produk-produk teknologi guna memenuhi semua hajat hidupnya. Namun ia tidka pernah berfikir untuk membuat atau menciptakan produk teknologi yang berguna bagi kehidupan, dalam benaknya hanya berfikir untuk membeli dan menggunakan saja.

Teknologi adalah sebuah fakta globalisasi yang tak bisa ditolak dan tak terbantahkan. Namun tentunya jangan sampai teknologi justru menumbuhkan aspek-aspek human dignity dan human compassion dalam diri seseorang, yaitu sebuah kondisi dimana seseorang menggunakan atau memanfaatkan teknologi hanya karena gengsi atau hanya karena ingin sama dengan orang lain. Maka ia menggunakan teknologi bukan berdasarkan skala prioritas kebutuhan, namun sekedar upaya-upaya pemenuhan nalam konsumerisme.

dehumanisasi teknologi

Para ahli sosiologi berpendapat bahwa perkembangan teknologi telah melahirkan tripartit problem pokok bagi kemanusiaan. Pertama, teknologi telah melahirkan inequality (kesenjangan), yaitu problem konfliktual antara kelas-kelas sosial, seperti kasta tinggi dan kasta rendah, antara kaya dan miskin, antara yang berkuasa dan yang marginal. Kedua, teknologi telah memunculkan pertanyaan menyangkut cohesion, yakni apakah manusia yang makin otonom bisa membentuk komunitas dan merasa bertanggung jawab satu sama lain atau tidak. Ketiga, teknologi melahirkan problem rationalization, suatu pendekatan rasional terhadap penghimpunan pengetahuan, terhadap barang produksi, kontrol atas hidup industri dan sosial.

Pertama, persoalan kesenjangan nampak sekali dalam bidang industri, permasalah yang muncul dari dampak penggunaan teknologi telah nampak jelas. Banyak pekerjaan yang tadinya dikerjakan manusia kini telah digantikan oleh mesin. Hal ini berdampak langsung pada keberadaan fungsi manusia sebagai salah satu faktor produksi yang dominan. Merumahkan karyawan (PHK) adalah satu gejala yang nyata dari dampak pemakian besar-besaran mesin industri ini.

Dalam bidang sosial, permasalahan yang muncul dari dampak penggunaan teknologi adalah munculnya kelas-kelas masyarakat dalam beragam strata sosial. Kelas-kelas ini dipengaruhi oleh kesanggupan dan kemamuan mereka dalam mengakses dan mengkonsumsi teknologi. Permasalahan seperti ini rentan terhadap konflik horisontal.

Kedua, persoalan kohesifitas bisa dilihat pada timbulnya sifat otonom individu-individu. Sifat otonom individu ini mendorong sikap independen eksklusif dalam suatu komunitas. Maka pemaknaan manusia sebagai makhluk sosial menjadi semakin sempit, hanya dibatasi oleh komunitas. Sosialisasi antar komunitas juga menjadi renggang, karena setiap pribadi hanya nyaman dalam komunitasya. Lebih jauh lagi, sifat seperti ini akan menimbulkan sikap acuh terhadap lingkungsan sosial mereka secara lebih luas.

Ketiga, persoalan rasionalisasi mengarah pada persoalan ketergantungan manusia yang berlebihan terhadap teknologi. Manusia cenderung dimanjakan oleh segala produk teknologi. Dari bangun tidur hingga tidur lagi, manusia tidak akan bisa untuk tidak bersentuhan dengan produk teknologi. Ketergantungan ini menjadikan manusia tidak bisa menjalankan aktifitas kehidupannya tanpa memanfaatkan kecanggihan teknologi. Bahkan banyak manusia yang saat ini justru diatur oleh teknologi itu sendiri. Ia menjalani hidup sebagaimana teknologi yang diakses dan digunakan.

Keberadaan teknologi yang terus menelusup ke dalam sendi-sendi kehidupan manusia adalah fakta yang tidak bisa ditolak, karena perkembangan teknologi seirama dengan inovasi dan daya cipta manusia untuk menjawab problem-problem kehidupan. Oleh karena itu dalam menyikapi teknologi ini yang menjadi titik tekan adalah kesiapan manusia itu sendiri.

Apakah manusia siap menggunakan berbagai produk-produk baru teknologi dengan bijaksana, yaitu sebatas kebutuhan dengan tetap menjunjung nilai-nilai kemanusiaan. Ataukah manusia itu sendiri tidak mempunyai kesiapan untuk memanfaatkan teknologi secara tepat guna, sehingga ketika ada produk baru yang datang padanya ia akan menggunakan produk tersebut tanpa didasari pengetahuan. Ia menggunakan teknologi hanya sebatas senang-senang tanpa tujuan yang bisa dipertanggungjawabkan.

Melihat permasalahan-permasalahan di atas, maka saat ini manusia dihadapkan pada tantangan apakah ia bisa menginovasi, menggunakan dan memanfaatkan teknologi secara manusiawi. Sehingga kehadiran teknologi dapat melahirkan keadilan, kesejahteraan, keharmonisan dan perdamaian hidup antar sesama umat manusia di muka bumi.
0

Tentang EduFast Edutainment

EduFast Edutainment adalah lembaga pelatihan, pengembangan dan pemberdayaan sumber daya manusia yang berfokus pada bidang pendidikan.
EduFast Edutainment membuka peluang bagi seluruh instansi pendidikan dan umum untuk bersinergi dalam berbagai macam pelatihan dan workshop.

Informasi Training EduFast:

Hp/Wa: 081802669773

Email: sholehfasthea@gmail.com

Fb: EduFast Edutainment